1 tahun yg lalu

100 Petugas Konklaf Vatikan Disumpah, Rahasia Pemilihan Paus Dijaga Ketat


Aturan sumpah diatur dalam hukum Vatikan.

Paus Yohanes Paulus II menetapkan regulasi pemilihan paus dalam dokumen 1996 yang masih berlaku, meski Paus Benediktus XVI merevisinya dua kali sebelum mengundurkan diri pada 2013.

Benediktus memperketat sumpah kerahasiaan, menyatakan bahwa siapa pun yang membocorkan rahasia konklaf akan menghadapi ekskomunikasi otomatis.

Dalam sumpahnya, mereka berseru:

"Saya berjanji dan bersumpah untuk menjaga kerahasiaan mutlak dan abadi... termasuk tidak menggunakan perangkat audio/video apa pun yang dapat merekam proses pemilihan. Saya sadar sepenuhnya bahwa pelanggaran akan mengakibatkan ekskomunikasi otomatis. Demi Tuhan dan Injil Suci ini yang saya sentuh dengan tangan saya."

Seruan untuk Korban Skandal Seksual

Sementara upacara sumpah berlangsung, Komisi Perlindungan Anak Vatikan pada Senin (5/5) mendesak para kardinal memprioritaskan isu pelecehan seksual oleh rohaniwan dalam pemilihan paus baru, menyatakan kredibilitas Gereja bergantung pada akuntabilitas, transparansi, dan keadilan bagi korban.

Komisi yang dibentuk Paus Fransiskus ini menyerukan:

"Jangan biarkan skandal mengaburkan urgensi kebenaran. Jangan biarkan reputasi menghalangi tanggung jawab kita untuk bertindak bagi para korban."

Skandal pelecehan telah merusak kredibilitas hierarki Katolik di banyak negara, dengan terungkapnya kasus-kasus yang ditutupi selama puluhan tahun. Meski Fransiskus dan Benediktus XVI telah mengambil langkah-langkah tertentu, budaya impunitas masih ada, dan korban sering kali mengalami trauma berulang dalam proses pelaporan.

Kardinal Sean O'Malley, ketua komisi ini, berpartisipasi dalam diskusi pra-Konklaf tetapi tidak dapat memilih karena telah melewati batas usia 80 tahun.

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang