Jakarta (ANTARA) - Awan cumulonimbus belakangan ini ramai diperbincangkan di dunia maya setelah kemunculannya menghiasi langit Bandung hingga Garut, pada Senin sore (22/9). Dalam rekaman video yang tersebar, terlihat gumpalan awan berwarna hitam hingga oranye dengan ukuran besar dan bagian atas menyerupai jamur.
Sesekali kilatan petir muncul di dalam awan tersebut, diiringi suara guntur yang terdengar cukup keras. Fenomena ini dapat diamati jelas dari wilayah Bandung. Tak sedikit warganet yang mengaitkannya dengan kemungkinan aktivitas letusan gunung. Kekhawatiran pun sempat dirasakan sebagian masyarakat menyusul munculnya fenomena langka itu.
Lantas apa itu awan columunimbus dan bagaimana ciri-cirinya? Simak ulasannya berikut ini berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber.
Baca juga: Kilatan Gunung Guntur & Papandayan, BPBD: Itu hanya fenomena alam
Mengenal awan columunimbus
Awan cumulonimbus merupakan salah satu jenis awan yang namanya berasal dari bahasa Latin, yakni cumulus yang berarti “tumpukan” dan nimbus yang bermakna “hujan badai.”
Jenis awan ini dikenal dengan wujudnya yang megah dan kerap tampak seperti gunung yang menjulang di langit. Cumulonimbus termasuk dalam kelompok awan kumuliformis berukuran besar dan tebal, yang mampu membentang hingga lapisan atmosfer paling tinggi.
Ciri khasnya adalah sering memicu kondisi cuaca ekstrem, mulai dari hujan lebat, petir, hingga badai. Secara kasat mata, awan cumulonimbus terlihat menyerupai gunung kecil yang bergerak, bahkan mirip gunung berapi ketika mencapai ketinggian maksimum.
Awan ini terbentuk akibat naiknya udara panas dengan cepat,...

7 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)