1 tahun yg lalu

Dunia Bereaksi atas Serangan AS ke Situs Nuklir Iran: Sampaikan Kecaman hingga Seruan Damai


Liputan6.com, Teheran - Serangan Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir Iran telah memantik gelombang respons internasional dari berbagai negara dan organisasi. Banyak pihak menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak semua pihak untuk menahan diri demi mencegah eskalasi lebih lanjut yang bisa mengguncang stabilitas kawasan dan dunia.

Serangan udara AS yang menyasar situs Fordow, Natanz, dan Isfahan terjadi di tengah ketegangan antara Iran dan Israel. Sementara Washington menyebut tindakan ini sebagai upaya mencegah pengembangan senjata nuklir Iran, banyak negara mempertanyakan dampaknya terhadap keamanan global dan masa depan diplomasi.

Berikut tanggapan dunia internasional atas serangan tersebut, dikutip dari laman AP News, Minggu (22/6/2025).

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap penggunaan kekuatan militer oleh AS. Ia memperingatkan bahwa konflik ini bisa dengan cepat lepas kendali dan menyerukan semua negara anggota untuk menurunkan ketegangan.

"Tidak ada solusi militer. Satu-satunya jalan ke depan adalah diplomasi," tulis Guterres dalam pernyataannya di platform X.

Inggris

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menekankan bahwa program nuklir Iran merupakan ancaman global. Ia menyerukan agar Iran kembali ke meja perundingan untuk mencapai solusi damai.

"Iran tidak boleh diizinkan mengembangkan senjata nuklir. AS telah bertindak untuk mengurangi ancaman tersebut," katanya.

Uni Eropa

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan kembali ke diplomasi.

"Saya mendesak semua pihak untuk mundur, kembali ke meja perundingan, dan mencegah eskalasi lebih lanjut," ujarnya.

Irak

Pemerintah Irak mengutuk serangan AS dan menyebutnya sebagai ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan Timur Tengah.

"Kelanjutan serangan ini berisiko menciptakan eskalasi berbahaya yang mengancam seluruh kawasan," kata juru bicara pemerintah, Bassem al-Awadi.

Presiden Amerika Serikat,...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang