11 bulan yg lalu

Global March to Gaza: Tujuan, tuntutan, dan 10 aktivis Indonesia


Jakarta (ANTARA) - Belakangan ini, Global March to Gaza menjadi topik hangat yang menyita perhatian publik, tak hanya di Indonesia tetapi juga secara global. Gerakan ini merupakan aksi damai yang bertujuan menyuarakan dukungan terhadap kebebasan rakyat Palestina dari tekanan dan kekerasan yang dilakukan oleh Israel.

Aksi ini digagas sebagai inisiatif sipil internasional, di mana para peserta melakukan long march dari Arish, Mesir, menuju perbatasan Rafah yang menjadi pintu masuk ke wilayah Gaza, Palestina.

Lebih dari 35 negara mengirimkan ribuan warganya untuk ambil bagian dalam aksi solidaritas ini, sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Dari Indonesia, sebanyak sepuluh orang juga turut berangkat menuju Kairo pada Jumat, 13 Juni lalu. Mereka bergabung dalam konvoi kemanusiaan yang bertujuan mendesak dihentikannya kekerasan serta dugaan tindakan genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap penduduk Palestina.

Gelombang dukungan terhadap Global March to Gaza tak terbatas hanya di sekitar perbatasan Gaza. Aksi serupa juga digelar secara serentak di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di Jakarta, masyarakat dan berbagai elemen turun ke jalan menyuarakan dukungan mereka di kawasan Bundaran HI pada Minggu, 15 Juni 2025.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Global March to Gaza? Dan siapa saja sosok dari Indonesia yang ikut terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan ini? Berikut ulasannya, melansir berbagai sumber.

Baca juga: Aksi mogok besar-besaran digelar di Tepi Barat, solidaritas untuk Gaza

Mengenal Global March to Gaza

Global March to Gaza merupakan gerakan solidaritas internasional yang diprakarsai oleh masyarakat sipil untuk menyuarakan penghentian kekerasan dan dugaan genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina.

Aksi ini hadir sebagai bentuk respons atas sikap diam komunitas internasional dan menjadi seruan untuk pembebasan Palestina. Berbeda dengan aksi resmi negara atau organisasi formal, gerakan ini sepenuhnya digerakkan oleh sukarelawan.

Para peserta memulai perjalanan dari Arish, Mesir, dan berjalan menuju perbatasan Rafah yang menjadi pintu masuk ke wilayah Gaza. Aksi ini dilakukan secara damai s...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang