8 bulan yg lalu

Global Sumud Flotilla Mendekati Gaza: ‘Kami Siap Hadapi Kejahatan Zionis’


Hidayatullah.com – Global Sumud Flotilla, armada kapal pembawa bantuan kemanusiaan, yang menuju Gaza mengungkapkan mereka sudah siap menghadapi kejahatan zionis ‘Israel’. Hal itu mereka sampaikan setibanya mereka di wilayah perairan Mediterania Mesir pada Ahad.

“Kami memperkirakan Zionis akan melakukan kejahatan perang terhadap kami kapan saja karena kami semakin dekat dengan Gaza,” kata Komite Internasional untuk Menembus Pengepungan di Gaza melalui akun X mereka. Armada tersebut diperkirakan akan berlayar ke perairan utara kota Alexandria dalam beberapa jam.

Sementara, secara terpisah Global Sumud Flotilla melaporkan bahwa dua kapal utama mereka (OHWAYLA dan ALL IN) kini hanya berjarak 678 kilometer dari Gaza dan diperkirakan akan tiba dalam 3 sampai 4 hari.

“Hanya dalam dua hari, armada akan memasuki zona berisiko tinggi. Tekad kami mutlak, tetapi inilah momen di mana kewaspadaan dan solidaritas global Anda sangat dibutuhkan,” ujar Global Sumud Flotilla.

Sebelumnya, komite tersebut mengatakan akan mengirimkan sebuah kapal yang membawa jurnalis dan tenaga medis ke Jalur Gaza yang diblokade ‘Israel’. Kapal tersebut, yang akan berlayar pada 1 Oktober, akan mengangkut lebih dari 100 pekerja media dan dokter.

Zionis siapkan komando angkatan laut

‘Israel’ dilaporkan telah bersiap untuk mencegat dan membajak armada tersebut, yang tiba bertepatan dengan hari raya Yahudi, Yom Kippur.

Menurut siaran publik KAN, unit komando angkatan laut ‘Israel’, Shayetet 13, telah melakukan latihan lapangan dalam beberapa hari terakhir “untuk merebut kapal-kapal di laut,” dengan klaim bahwa latihan tersebut bertujuan untuk “meminimalkan bahaya bagi para peserta.”

Jika terjadi, armada akan mengalami hal yang sama seperti kapal bantuan Madleen dan Handala yang berlayar menuju Gaza pada Juni dan Juli.

Armada tersebut berlayar awal bulan ini untuk menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, khususnya pasokan medis, ke wilayah kantong yang dilanda perang tersebut.

Sejak 2 Maret, Israel telah menutup sepenuhnya perbatasan Gaza, memblokir konvoi makanan dan bantuan, serta memperparah kondisi kelaparan di wilayah kantong tersebut. Hanya sedikit pasokan yang diizinkan masuk s...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang