Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan sosial, tata krama menjadi aturan yang tidak bisa diabaikan, bahkan oleh sosok yang memiliki kedudukan tinggi. Gus Baha, ulama asal Rembang yang dikenal luas dengan pemikiran mendalamnya, mengungkapkan bahwa tata krama sosial berlaku untuk semua, termasuk nabi sekalipun.
Dalam salah satu ceramahnya, Gus Baha menjelaskan bagaimana nabi, meski memiliki mukjizat, tetap terikat pada aturan tata krama sosial. “Jadi di bab-bab sosial itu, Allah SWT membiarkan hukum sosial berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Gus Baha, membuka pembahasannya.
Penjelasan Gus Baha ini dirangkum dari tayangan video di kanal YouTube @RTXMULTYMEDYA. Dalam ceramah tersebut, ia memberikan contoh nyata bagaimana nabi tetap harus menunjukkan kesantunan dalam setiap interaksi sosial.
“Misalnya, nabi bertemu dengan anak kecil harus sayang, bertemu orang tua harus menghormati. Andaikan nabi bisa terbang ke langit sekalipun mi'raj, tapi ketemu anak kecil nampar atau ketemu orang tua marah-marah, pasti tidak diterima,” jelasnya.
Menurut Gus Baha, tata krama sosial adalah nilai universal yang harus dipegang teguh oleh siapa pun. Bahkan, seorang nabi yang di-backup oleh kekuatan langit dan bumi pun tidak boleh melanggarnya.
Ia melanjutkan dengan analogi sederhana tentang bagaimana pelanggaran tata krama dapat menghancurkan reputasi seseorang, tidak peduli seberapa tinggi kedudukan yang dimilikinya.
Simak Video Pilihan Ini:
Mengintip Suasana Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 Banyumas

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)