Jakarta (ANTARA) - Setiap tahun pada 17 September, Indonesia memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi besar sektor transportasi dalam pembangunan nasional.
Momen ini juga menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran penting transportasi, baik dalam menunjang mobilitas sehari-hari maupun dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sejarah Harhubnas
Hari Perhubungan Nasional diinisiasi oleh Frans Seda, Menteri Perhubungan Indonesia periode 1968-1973.
Peringatan Harhubnas dilatarbelakangi oleh Keputusan Menteri Perhubungan Nomor SK. 274/G/1971 yang diterbitkan pada 26 Agustus 1971 dalam rangka menyatukan Hari Bakti dari setiap organisasi di bidang perhubungan menjadi satu peringatan nasional.
Saat itu, masing-masing sektor dalam bidang perhubungan memiliki Hari Bakti yang diperingati secara terpisah.
Sektor pelabuhan menetapkan Hari Bakti mereka setiap 5 September, sektor pos dan telekomunikasi pada 26 September, sementara sektor kereta api pada 27 September.
Dalam rangka efisien waktu dan biaya, Menhub Frans Seda memutuskan untuk menyatukan seluruh peringatan Hari Bakti di lingkungan sektor perhubungan ke dalam satu momentum bersama, yakni pada 17 September.
Pemilihan tanggal tersebut didasarkan pada Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh tepat pada 17 Agustus.
Peringatan Harhubnas pertama kali diselenggarakan pada 17 September 1973 di Silang Monas, Jakarta.
Sejak saat itu, Harhubnas diperingati secara serentak oleh seluruh lembaga perhubungan Indonesia. Kemudian berkembang menjadi diperingati secara nasional oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Baca juga: Kemenhub-DPD k...

8 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)