Liputan6.com, Jakarta - Kegagalan dalam hidup bukan berarti tanda menyerah, melainkan bentuk keberanian untuk berdamai dengan kenyataan. Banyak orang mengira menerima sama dengan berhenti berjuang, padahal dari proses menerima itulah seseorang belajar untuk tetap bertahan.
Dokter spesialis kesehatan jiwa, dr. Hilda Marsela, Sp.KJ, mengatakan, kesalahpahaman soal makna menerima sering membuat seseorang terjebak dalam perasaan tidak berdaya.
"Kadang, ada yang memaknai menerima itu artinya menyerah. Menerima itu kita bisa tetap berjuang sambil kita memaknai kehidupan. Yang masih kita kendaliin kita perjuangin yang nggak bisa yaudah kita biarkan," katanya.
Dia, menekankan, penerimaan bukan berarti pasrah sepenuhnya, melainkan kemampuan untuk menilai kembali mana hal yang bisa diubah dan mana yang tidak. "Kalau kita udah memaknai cara pandangnya itu, yang bisa kita ubah adalah diri sendiri seperti sikap kita dan cara pikir kita," tambahnya.
Dalam konteks kehidupan sehari-hari, terutama saat menghadapi kegagalan, penerimaan menjadi kunci agar seseorang bisa pulih secara emosional. Dia, mengatakan, bahwa proses menerima memang tidak selalu mudah, tetapi itu adalah langkah pertama untuk bangkit kembali.
Langkah Awal adalah Mengakui Perasaan
Sering kali, orang yang mengalami kegagalan justru memaksa diri untuk cepat move on. Menurut Hilda, fase pertama yang harus dilakukan bukan menolak kesedihan, melainkan...

8 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)