Hidayatullah.com— “Jika tidak ada kesepakatan, akibatnya akan menghancurkan ‘Israel’, ” demikian pernyataan dari Jenderal Yitzhak Brick, pensiunan komandan tinggi militer penjajah. Kalimat ini menjadi cermin paling jujur tentang ketakutan terdalam zionis menghadapi kekuatan yang mereka remehkan: para pejuang pembebasan Palestina, kelompok yang dikenal dunia sebagai Hamas.
Dalam tulisannya di surat kabar Maariv, Brick memperingatkan bahwa penjajah berada di titik kritis yang bisa menentukan masa depan politik dan keamanannya.
Menurutnya, kegagalan mencapai kesepakatan dengan Hamas akan menyeret ‘‘Israel’’ ke jurang kehancuran — politik, militer, dan moral.
Penolakan Hamas terhadap rencana Donald Trump, sambil tetap membuka ruang negosiasi, menunjukkan tingkat kepercayaan diri luar biasa dari kelompok pembebasan tersebut. Mereka tahu kekuatan mereka di lapangan, tahu kemampuan jaringan terowongan yang rumit, dan tahu bahwa tentara zionis bukan lagi kekuatan yang ditakuti seperti dahulu.
Mitos Tentara Tak Terkalahkan Runtuh
Selama dua tahun perang yang melelahkan, dunia menyaksikan bagaimana ‘‘Israel’’ kehilangan taringnya. Ancaman “membuka gerbang neraka” yang dulu menjadi retorika favorit pemimpin penjajah kini berbalik arah — justru zionislah yang kini terjebak dalam neraka yang mereka ciptakan sendiri.
Brick bahkan membongkar kebohongan internal: klaim militer penjajah bahwa mereka telah menghancurkan 60% jaringan terowongan Gaza hanyalah propaganda.
Faktanya, hanya sekitar 20% yang benar-benar berhasil dihancurkan. Sementara itu, para pejuang pembebasan terus merekrut generasi baru dan memperkuat sistem pertahanan bawah tanah mereka.
Kekalahan di Bawah Tanah dan di Langit
Para komandan penjajah akhirnya mengakui bahwa mereka tidak mampu menutup jalur strategis di bawah Koridor Philadelphia — rute vital yang memungkinkan senjata dan pasokan dari Sinai mengalir ke Gaza.
Setiap hari, drone dan kendaraan bawah tanah membawa suplai baru, sementara tentara zionis hanya bisa mengawasi tanpa daya.
Inilah bukti paling jelas bahwa teknologi canggih tak bisa mengalahkan keteguhan hati dan strategi cerdas para pejuang pembebasan, tulisnya.
...
8 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)