5 bulan yg lalu

Kenapa bunga Rafflesia memiliki aroma busuk saat mekar?


Jakarta (ANTARA) - Bunga Rafflesia sering disebut sebagai bunga terbesar di dunia, tapi ukuran bukan satu-satunya hal yang membuatnya terkenal.

Saat mekar, bunga ini justru mengeluarkan bau menyengat yang mirip bangkai, namun di balik itu ada alasan biologis yang menarik.

Bau busuk ini sebenarnya bagian dari cara Rafflesia bertahan dan berkembang biak di alam.

Dengan memahami alasan di balik aroma unik ini, kita bisa melihat bagaimana Rafflesia beradaptasi dalam ekosistemnya dan mengapa keberadaan-nya penting untuk keseimbangan alam.

Inilah alasan yang membuat bunga Rafflesia mengeluarkan aroma menyengat mirip bangkai, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber.

Alasan bunga Rafflesia mengeluarkan aroma mirip bangkai

Rafflesia mengeluarkan aroma busuk sebagai cara untuk menarik perhatian lalat, kumbang, dan serangga lain yang biasanya mencari sumber makanan dari benda-benda membusuk. Mereka inilah yang nantinya membantu memindahkan serbuk sari dari bunga jantan ke bunga betina.

Berbeda dengan bunga seperti mawar atau melati yang mengeluarkan wangi manis untuk memikat lebah dan kupu-kupu, Rafflesia justru menggunakan “aroma bangkai” sebagai daya tarik utamanya karena tidak menghasilkan madu

Ciri paling mudah dikenali dari Rafflesia adalah bau menyengat yang keluar ketika bunganya sedang mekar.

Pada fase ini, berbagai serangga terutama lalat bangkai akan mengerubungi bunga untuk mencari sumber makanan. Tanpa disadari, mereka berpindah membawa serbuk sari antara bunga jantan dan betina.

Penyerbukan oleh serangga sangat penting karena Rafflesia termasuk tumbuhan parasit. Tanpa daun dan akar yang berfungsi, bunga ini tidak mampu melakukan fotosintesis sehingga sepenuhnya bergantung pada organisme inang untuk bertahan hidup.

Penyerbukan yang rumit dan waktu mekar yang singka...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang