1 tahun yg lalu

Kurangi Ketergantungan Impor, Krakatau Steel Pacu Produksi Baja Tahan Gempa


Liputan6.com, Jakarta PT Krakatau Steel (Persero) Tbk alias KS bersama perusahaan joint venture, PT Krakatau Posco (KP) telah memulai produksi massal baja tahan gempa (seismic grade steel). Produk ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan material konstruksi di wilayah-wilayah Indonesia yang rawan bencana gempa bumi.

Adapun urgensi baja tahan gempa ini menguat setelah adanya kejadian gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Myanmar baru-baru ini. Imbas kejadian itu, sebuah gedung pencakar langit di negara tetangga, Thailand, yang masih dalam tahap pembangunan runtuh seketika karena getaran tersebut.

Pengujian awal terhadap material yang dikumpulkan di lokasi menunjukkan adanya baja di bawah standar di antara reruntuhan bangunan setinggi 30 lantai tersebut.

Krakatau Steel lantas mengklaim, produk baja tahan gempa seperti JIS G3136 SN490 telah terbukti digunakan dalam berbagai proyek infrastruktur strategis nasional.

Keunggulan utama produk ini terletak pada kemampuannya menahan deformasi akibat getaran gempa yang kuat, serta sifatnya yang mudah dimodifikasi dan diperbaiki jika terjadi kerusakan.

"Ini memenuhi standar ketahanan gempa untuk wilayah seismik seperti Indonesia," kata pakar Teknik Sipil UI yang terlibat dalam pengujian produk tersebut di Laboratorium Bahan Konstruksi UI, Bambang Suhendro, Selasa (22/4/2025).

Ketergantungan Impor

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan, Indonesia masih sangat bergantung pada impor, dengan sekitar 60 persen kebutuhan baja khusus konstruksi. Termasuk material tahan gempa, masih diimpor dari Jepang dan Korea Selatan.

Alhasil, ketergantungan ini tidak hanya berdampak pada biaya proyek yang lebih tinggi, tapi ju...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang