Liputan6.com, Jakarta - Pada bulan Rajab umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh, sebagaimana anjuran di bulan-bulan hurum lainnya. Salah satu ibadah yang dapat dilakukan pada bulan Rajab adalah puasa sunnah.
Sebagian ulama menekankan anjuran puasa Rajab pada sepuluh hari pertama. Bahkan, KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen mengimbau secara khusus agar melaksanakan puasa pada 10 Rajab jika tidak bisa sepuluh hari penuh.
Terkait keutamaannya, disebutkan dalam hadis bahwa sehari puasa Rajab setara dengan sebulan. Keutamaan ini merujuk pada puasa satu hari di bulan-bulan yang dimuliakan (asyhurul hurum).
مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ أَشْهُرِ اللّٰهِ الْحُرُمِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا
Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa satu hari pada bulan-bulan yang dimuliakan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), maka ia akan mendapat pahala puasa 30 hari.”
Namun yang menjadi persoalan adalah bagaimana jika masih punya utang puasa Ramadhan tapi ingin mendapatkan keutamaan puasa Rajab? Bolehkah melaksanakan puasa Rajab meski masih punya utang puasa Ramadhan? Simak berikut penjelasan KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya.
Saksikan Video Pilihan Ini:
Video Viral Pungli Rp 150 Ribu di Pantai Sodong Cilacap

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)