8 bulan yg lalu

MUI Dorong Pemerintah RI Jalin Kontak Diplomatik dengan Faksi Perlawanan Palestina


Hidayatullah.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak Pemerintah Indonesia untuk membuka komunikasi langsung dengan Hamas dan faksi-faksi perlawanan Palestina. Desakan itu disampaikan dalam Deklarasi Dukungan Bangsa Indonesia untuk Pembebasan Palestina yang diumumkan Selasa, 7 Oktober 2025, di Kantor Pusat MUI, Jakarta.

“Mendesak Pemerintah Indonesia untuk membuka komunikasi secara langsung dengan faksi-faksi perlawanan Palestina guna memperkuat persatuan nasional Palestina,” bunyi deklarasi tersebut.

Deklarasi merupakan hasil Konsolidasi Nasional Civil Society Indonesia Terkait Palestina yang diikuti berbagai organisasi masyarakat Islam, lembaga filantropi, akademisi, majelis agama, serta lembaga bela Palestina.

MUI menilai konsolidasi ini penting untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah situasi Gaza dan Palestina yang semakin genting pasca Sidang Umum PBB dan dua tahun peringatan Badai Al-Aqsa.

Mendesak komunikasi langsung dengan faksi perlawanan

Dalam deklarasi itu, MUI bersama komponen bangsa menyatakan kesiapan bersinergi dengan pemerintah untuk memperjuangkan diplomasi aktif Indonesia di dunia internasional demi menghentikan agresi penjajah ‘Israel’.

Mereka secara tegas mendesak Pemerintah Indonesia membuka komunikasi langsung dengan faksi-faksi perlawanan Palestina, termasuk Hamas, guna memperkuat persatuan nasional Palestina dan memastikan posisi Indonesia berpihak pada perjuangan kemerdekaan.

Selain itu, MUI meminta pemerintah bersikap tegas terhadap segala bentuk propaganda dan gerakan pro-Zionis di tanah air, serta mendorong PBB dan OKI mengambil langkah nyata untuk melindungi rakyat Gaza.

Perlawanan Palestina adalah Sah secara hukum

Deklarasi tersebut juga menegaskan bahwa perjuangan rakyat Palestina—termasuk Hamas dan faksi-faksi perlawanan lain—merupakan bentuk sah pembelaan diri terhadap penjajahan dan genosida, sesuai dengan prinsip hukum internasional dan ajaran Islam.

MUI menilai bahwa upaya rakyat Palestina bukanlah tindakan agresi, melainkan bagian dari jihad kemanusiaan untuk menolak kezaliman dan mempertahankan martabat bangsa yang dijajah.

“Pembelaan terhadap Palestina adalah amanat keagamaan sekaligus tanggung jawab kemanusiaan,” te...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang