Liputan6.com, Vientiane - Perwakilan Myanmar kembali berpartisipasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang tahun ini digelar di Viantiane, Laos.
Ini merupakan kali pertama perwakilan Myanmar hadir dalam tiga tahun terakhir, setelah ASEAN melarang kehadiran para pemimpin junta militer Myanmar sejak kudeta pada Februari 2021.
Tahun ini, Myanmar mengirim seorang pejabat senior kementerian luar negeri sebagai perwakilannya dalam pertemuan selama tiga hari.
Beberapa minggu setelah merebut kekuasaan, junta menyetujui rencana Lima Poin Konsensus (5PCs) yang bertujuan memulihkan perdamaian. Namun, prinsip tersebut diabaikan dan kemudian tetap melanjutkan aksi kekerasan berdarah.
"Artinya adalah bahwa dalam arti tertentu mereka menerima konsensus lima poin," ujar seorang diplomat kepada AFP, seperti dilansir France24, Rabu (9/10/2024).
"Mereka mungkin berpikir bahwa lebih baik suara mereka sendiri didengar daripada berada di luar."
© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)