Hidayatullah.com – Sebuah perusahaan baja dan besi tua ‘Israel’ harus gulung tikar menyusul boikot perdagangan oleh Turki karena perang genosida di Gaza.
Media bisnis Calcalist pada Rabu lalu melaporkan bahwa Shaul Gueta Company, perusahaan baja berbasis di Ashdod, Israel selatan, bangkrut akibat embargo perdagangan yang diberlakukan Turki sebagai tanggapan atas genosida ‘Israel’ di Jalur Gaza.
Perusahaan yang berspesialisasi dalam pengumpulan, pembelian, penjualan, pemilahan, penghancuran, dan pemadatan besi tua ini harus menyatakan bangkrut usai 70 persen penjualannya ke Turki harus berhenti. Sebagian besar operasi perusahaan tersebut dilakukan di pabriknya di Ashdod, yang dibangun di atas tanah Palestina seluar 2,7 hektar.
Akibatnya, volume bisnis perusahaan turun dari 200 juta shekel (Rp1,012 triliun) pada tahun 2022 menjadi sekitar 35 juta shekel (Rp177 miliar) pada paruh pertaham 2024. Hal itu menyebabkan perusahaan tersebut harus berhutang hingga 105 juta shekel (setara Rp531 miliar)
Kreditor terbesar Shaul Guetta, International, mengajukan utang sebesar 18 juta shekel di pengadilan. Kreditor lainnya termasuk Bank Hapoalim (15 juta shekel), Mercantile Bank (11 juta shekel), dan Mizrahi-Tefahot Bank (1,5 juta shekel).
Perusahaan tersebut juga berutang 5 juta shekel kepada perusahaan kartu kredit Max dan masing-masing 4 juta shekel kepada perusahaan kredit non-perbankan S.R. Accord dan Ampla, menurut harian Israel tersebut.
Sebelum serangan di Gaza, perusahaan tersebut memperoleh sekitar 70% pendapatannya dari ekspor ke pasar Turki, yang menyebabkan penurunan tajam dalam volume perdagangannya setelah perdagangan bilateral dihentikan.
Pengadilan Distrik Beersheba di ‘Israel’ selatan menerima petisi dari Bank Internasional Israel dan menunjuk pengacara Doron Tishman sebagai wali amanat, yang akan memutuskan apakah akan melikuidasi atau merestrukturisasi perusahaan, kata Calcalist.
Perwakilan perusahaan mengatakan kepada pengadilan bahwa serangan ‘Israel’ di Gaza dan embargo perdagangan Turki merupakan faktor paling signifikan di balik penurunan penjualan, karena sebagian besar pendapatan perusahaan bergantung pada ekspor ke Turki.
Turki telah mengurangi perdaga...

7 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)