Liputan6.com, Canberra - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memutuskan untuk menghentikan kampanye politiknya untuk sementara waktu. Hal itu ia lakukan untuk mengenang dan merenungkan Paus Fransiskus sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh di abad ini.
Berbicara di Melbourne, Albanese yang mengakui keengganannya untuk berbicara tentang keyakinan agamanya di depan umum meskipun ia dibesarkan dalam keluarga Katolik, mengatakan bahwa Paus Fransiskus akan diratapi bukan hanya oleh umat Katolik tetapi juga oleh orang-orang dari semua lapisan masyarakat.
"Pada saat-saat seperti ini, saya pikir yang dilakukan orang adalah menunjukkan siapa mereka. Katolik hanyalah bagian dari diri saya," katanya.
"Saya pikir kerendahan hatinya, atas caranya merangkul orang miskin, cara ia merangkul pesan keadilan sosial yang saya lihat sebagai pesan Yesus Kristus, sangat penting bagi banyak umat Katolik," kata Albanese, dikutip dari laman thenightly, Selasa (22/4/2025).
"Ia adalah seseorang yang secara pribadi saya kagumi. Ia juga memiliki banyak keberanian. Ia adalah pemimpin yang sangat modern dalam cara ia berperilaku."
Albanese juga mengatakan bahwa ia percaya demokrasi sekuler sangat penting bagi Australia, tetapi ia akan menangguhkan sisa kampanyenya.
Paus Fransiskus meninggal dunia di usia 88 tahun. Paus asal Argentina ini tutup usia pada Senin pagi waktu Roma, setelah berjuang melawan pneumonia selama lebih dari sebulan di Rumah Sakit Gemelli.

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)