Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih membukukan pendapatan USD 348 juta atau sekitar Rp 5,69 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 16.354). Pendapatan itu naik 16% dari 2023 yang mencapai USD 300 juta atau Rp 4,9 triliun. Pencapaian ini turut menyukseskan Swasembada Energi yang dicanangkan oleh pemerintah dalam 8 program Asta Cita.
General Manager PHR Zona 4, Djudjuwanto menuturkan, kontribusi terbesar dari capaian kinerja Prabumulih Field didorong oleh keberhasilan peningkatan produksi minyak.
Prabumulih Field mengawali 2024 dengan produksi sebesar 8.000 bopd dan menutup akhir tahun 2024 dengan produksi sebesar 11.200 bopd. Djudjuwanto menuturkan, pencapaian ini juga disebabkan oleh optimasi biaya operasional sepanjang 2024.
"Prabumulih Field telah melakukan optimasi anggaran operasi sebesar 15% sehingga production cost hanya USD 9/boe. Kami berharap revenue di 2025 akan terus tumbuh," kata Djudju, seperti dikutip dari keterangan resmi, Rabu (19/2/2025).
Sementara itu, peningkatan produksi gas juga berkontribusi dalam peningkatan pendapatan. Produksi gas PEP Prabumulih pada awal 2024 sebesar 100 MMScfd dan pada akhir 2024 sebesar 118 MMScfd.
Produsi minyak terbesar pada 2024 berasal dari mampunya mempertahankan decline baseline sebesar 15% dan keberhasilan bor di Gunung Kemala (GNK) dan Lembak (LBK), sementara produksi gas terbesar berasal dari pengembangan area Prabumenang (PMN)," Senior Manager Prabumulih Field, Muhammad Luthfi Ferdiansyah menambahkan.
Pencapaian ini membawa Prabumulih Field menerima penghargaan dari Production Summit yang diselenggarakan pada Februari 2025, dalam rangka meningkatkan sinergi...

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)