1 tahun yg lalu

Transisi Energi Indonesia Butuh Biaya Sedikitnya Rp4.410 Triliun, Negara Hanya Sanggup 30 Persen


Berdasarkan perhitungan Kementerian Keuangan, dibutuhkan sekitar USD280 miliar (asumsi kurs Rp4.410 triliun) untuk seluruh aksi iklim Indonesia hingga 2030.

 Istimewa)

Utusan Khusus Presiden RI Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral, Mari Elka Pangestu. (Foto: Istimewa)

IDXChannel – Indonesia telah memprakarsai Global Blended Finance Alliance (GBFA) untuk merangkul berbagai negara berkembang agar memperoleh pembiayaan transisi energi. Sejak diluncurkan di KTT G20, GBFA diikuti beberapa negara seperti Prancis, Kanada dan Kenya.

Hal itu disampaikan Utusan Khusus Presiden RI Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral, Mari Elka Pangestu saat gelaran Indonesian Pavilion Talkshow di COP29, Baku, Azerbaijan, pekan ini. Dia menyebut, GBFA dapat membantu pendanaan negara berkembang untuk mengurangi perubahan iklim dan mencapai SDGs.

Perkiraan pembiayaan untuk aksi iklim global saja berkisar antara USD1-2 triliun. Jika ditambahkan upaya SDGs ke dalamnya, jumlahnya akan mencapai sekitar USD6 triliun.

Negara berkembang, termasuk Indonesia, harus merancang strategi untuk menyiasati gap pendanaan. Berdasarkan perhitungan Kementerian Keuangan, dibutuhkan sekitar USD280 miliar (asumsi kurs Rp4.410 triliun) untuk seluruh aksi iklim Indonesia hingga 2030. Sementara hanya sekitar 30 persen dari estimasi itu bisa didanai dari anggaran negara, sehingga sisanya akan bersumber dari swasta dan sumber lainnya.

"Sebagaimana yang disampaikan Pak Hashim (Utusan ...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang