1 tahun yg lalu

Trump PHK Massal 10.000 Staf di Lembaga Kesehatan AS


Liputan6.com, Washington D.C - Pemerintahan Donald Trump mulai melakukan PHK massal terhadap 10.000 staf di berbagai lembaga kesehatan Amerika Serikat pada Selasa (1/4/2025). Bahkan, petugas keamanan melarang masuk beberapa karyawan hanya beberapa jam setelah mereka menerima surat pemecatan.

Pemotongan tersebut, yang memengaruhi beberapa lembaga penting di bawah Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, termasuk FDA, CDC, dan Institut Kesehatan Nasional, merupakan bagian dari rencana besar Presiden Donald Trump dan Elon Musk untuk mengecilkan pemerintah federal dan memangkas pengeluaran.

Menteri Kesehatan Robert F Kennedy Jr. telah menjelaskan bahwa pemotongan tersebut, yang dikombinasikan dengan pemecatan baru-baru ini akan mengurangi jumlah total pegawai menjadi 62.000 dari 82.000, sebagai hal yang penting untuk merampingkan birokrasi yang membengkak.

Namun, pemotongan tersebut mencakup pemecatan ilmuwan terkemuka yang mengawasi kesehatan masyarakat, penelitian kanker, serta persetujuan vaksin dan obat, yang menimbulkan kekhawatiran tentang bagaimana AS akan menanggapi keadaan darurat kesehatan, seperti wabah campak yang sedang berlangsung dan penyebaran flu burung.

"Kami turut berduka cita kepada mereka yang kehilangan pekerjaan. Namun kenyataannya jelas, apa yang telah kami lakukan tidak berhasil," tulis Kennedy di X, seraya menambahkan bahwa perubahan tersebut diperlukan untuk memfokuskan HHS pada misi utamanya untuk mencegah penyakit kronis.

Pengunduran diri di Badan Pengawas Obat dan Makanan, yang dianggap sebagai regulator obat-obatan terkemuka di dunia, termasuk Peter Stein, direktur Kantor Obat Baru di divisi Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat. Ia mengundurkan diri pada hari Selasa karena terancam dipecat, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Presiden China Xi Jinping telah berbicara dengan presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, melalui telepon pada Jumat (17/1/2025). Hal ini menandai percakapan langsung pertama antara keduanya sejak 2021.

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang