Liputan6.com, Jakarta - Hidup di dunia hanya sementara, tetapi apakah kita sudah mempersiapkan akhir yang abadi? Pertanyaan inilah yang menjadi tema utama kajian pendakwah Ustadz Adi Hidayat (UAH).
UAH mengulas tentang perjalanan kehidupan manusia. “Hidup di dunia ini sementara atau abadi? Kalau sementara, pasti akan ditinggalkan. Tapi, kalau dunia ini ditinggalkan, kita pindah ke mana?” ujarnya memulai, seperti dirangkum dari tayangan video dari kanal YouTube @nasihatpendek2023.
Menurut UAH, manusia yang meninggalkan dunia akan pindah ke akhirat. Ia menjelaskan, “Akhirat itu kalau ada 'ta'-nya berarti tempat akhir. Tempat yang tidak ada ruang lagi setelahnya. Pilihannya hanya dua, kalau bukan surga, maka neraka.”
Lebih lanjut, ia menggambarkan perjalanan manusia setelah meninggalkan dunia. Sebelum memasuki akhirat, setiap jiwa akan singgah terlebih dahulu di tempat transit. “Waiting room-nya itu disebut dengan kubur. Sifat pemisahnya dikenal sebagai barzakh. Barzakh itu pemisah antara dunia dan akhirat,” jelasnya.
UAH mengutip Surah Al-Mu'minun ayat 100 yang menjelaskan tentang Alam Barzakh. Ayat tersebut menegaskan bahwa barzakh adalah fase antara dunia dan akhirat yang tidak bisa dilalui kecuali oleh orang yang telah meninggal.
Ia juga mengingatkan bahwa kubur bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju kehidupan yang kekal. “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, tapi setelah kematian ada kehidupan abadi,” kata UAH.
Simak Video Pilihan Ini:
Kasus Akses Jalan 3 Keluarga Ditutup Tetangga di Pemalang Berakhir Damai

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)