1 tahun yg lalu

Yoon Suk-yeol, Presiden Korsel yang ditangkap akibat darurat militer


Jakarta (ANTARA) - Yoon Suk-yeol, Menjadi Presiden Korea Selatan, yang pertama kali ditangkap oleh Badan Investigasi Kriminal Nasional Korea Selatan atas dugaan keterlibatannya dalam kasus darurat militer yang dilakukannya tanpa sebab.

Darurat militer sendiri, merupakan situasi di mana kekuasaan sipil digantikan atau berada di bawah kendali militer karena keadaan darurat tertentu, seperti ancaman keamanan nasional, bencana besar, atau kerusuhan sipil yang tidak dapat dikendalikan oleh otoritas sipil.

Dalam kondisi ini, hak-hak sipil dapat dibatasi, dan militer memiliki kewenangan untuk mengatur berbagai aspek kehidupan masyarakat guna menjaga stabilitas dan ketertiban. Penerapan darurat militer biasanya bersifat sementara dan harus disertai alasan yang jelas serta aturan hukum yang mendasarinya.

Dalam kasus Yoon Suk-yeol, peristiwa ini dilakukan tidak didasari hukum dan tanpa sebab. Pemberlakuan ini berlangsung singkat, hanya sekitar enam jam, dimulai pada Selasa, 3 Desember 2024, hingga Rabu pagi, 4 Desember 2024. Insiden ini memicu kepanikan di kalangan masyarakat sipil Korea Selatan.

Penangkapan Yoon Suk-yeol, yang menjabat sebagai kepala negara, mengejutkan publik dan menarik perhatian dunia internasional. Sebagai pemimpin yang seharusnya menjadi lambang integritas dan kestabilan, situasi ini justru menimbulkan keresahan di tengah rakyatnya.

Baca juga: Yoon Suk Yeol ditangkap penyidik Korsel atas kasus darurat militer

Tindakan yang dilakukan oleh Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol, telah memicu gejolak politik dan protes besar-besaran dari masyarakat. Situasi ini akhirnya berujung pada proses pemakzulan terhadap dirinya akibat kontroversi yang ditimbulkan. Penangkapan Yoon Suk-yeol akhirnya berhasil dilakukan pada hari ini, Rabu (15/1).

Namun, ini bukan kali pertama upaya serupa dilakukan. Sebelumnya, pada Jumat, 3 Januari 2025, pemerintah Korea Selatan telah mencoba menangkapnya, tetapi penyidik gagal memasuki kediamannya karena mendapat perlawanan dari agen Dinas Keamanan Presiden.

Alasan Yoon Suk-yeol pasrah dan tunduk akan penangkapan kali ini yaitu dengan beralasan untuk mencegah pertumpahan darah yang tidak diinginkan.

"Saya memutuskan untuk menanggapi Kantor ...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang